Kriiiiiiiiingggggggggggg......................
Bel sekolah udah bunyi waktunya bagi seluruh siswa masuk kelas, dito yang mojok didepan kelas sama temen-temennya yg kalo lagi ngumpul kayak ngajak orang tawuran atau ngajak ribut juga udah mulai bubar kalo denger suara itu.
Selamat pagi anak-anak *sambut ibu guru ganas masuk kelas* beberapa saat kemudian....
Pagi buk *seorang gadis masuk dgn rambut panjang yg terurai hitam pekat* maaf buk saya terlambat, tadi saya bangun kesiangan.
Baik lah silakan duduk gina, "sambut buk guru dengan cepat".
Berjam-jam berlalu di pelajaran bu wiwi dan ber jam-jam juga dito dan teman-teman hanya memandangi gina dengan tatapan serius dan tidak memperhatikan pelajaran yang sedang diajarkan oleh bu wiwi, "guru yang paling ganas se SMA Jagat Raya ini". dan sampe gak fokus juga kalo bel pergantian jam udah bunyi.
ketika gina menoleh kebelakang buat ngobrol sebentar disela-sela jam pergantian pelajaran, dan disaat itu juga gina kaget melihat dito dan gerombolan nya itu ngeliatin dan gak berkedip. Emang si gak diraguin lagi kecantikan dan kepintaran gina, yang dengan itu membuat dia menjadi pusat perhatian di SMA nya.
Sudah banyak yang mencoba mendekati gina dengan berbagai cara, semuanya tidak mampu menahlukan hati gina.
Tapi dari sebanyak-orang yang mencoba, dan dito bukanlah termasuk orang yg sudah mencoba mendekati gina, karena dito hanya menganggap gina teman sekelas yang pintar dan perfect buat dia, dan selain itu dito juga memiliki alasan yang paling kuat untuk tidak mendekati gina, itu karena dito sudah memiliki pacar dan pacar nya dito juga se SMA dengan dito, ini antara menjadi penghalang atau menjadi penguat iman dito untuk tidak mendekati gina.
****
Disuatu pagi yang cerah pada hari minggu, dito yang rumah nya hanya beberapa langkah dari rumah gina sedang terpanah melihat gina yang sedang menyirami taman depan rumah nya.
Ketika gina menoleh ke arah dito, dito hanya tersenyum renyah pada gina, dan dito merasa tidak enak karena dito merasa gina tau kalau dia ngeliatin gina terus. dan pada saat itu juga gina menghampiri dito yang sedang santai dari tadi didepan halaman rumahnya.
"Kamu lagi apa dit? kayak nya santai banget" . tanya gina
"Iya nih gin, santai aja pagi minggu kan waktu yang pas buat ngelepas semua beban yang dibuat dari hari senin sampe sabtu, ya gak sih?". Jawab dito
"Haha bisa aja kamu dit, tapi ada bener nya juga si kamu, aku juga pusing sih tapi gak terlallu dibawak pusing jadi ya.... Biasa aja lah". Jawab gina plus senyum indah yang gina punya
"Dito mulai terdiam saat melihat gina tersenyum, karena hal itu adalah hal paling indah yang dito rasain pada minggu pagi ini".
"Ditoooo!!!" seru gina membangunkan dito dari lamunan panjang nya.
"Ha iya gina, maaf ya tadi aku ngeliat bidadari tersenyum ke arah aku dan itu membius banget". rayu dito pada gina
"hmm bisa aja kamu!", gerutu gina mendengar jawaban dito tadi
Setelah lama mereka mengobrol panjang, tiba tiba dito berkata,
"Gina, kayaknya siang ini aku pengen jalan ah"
"Wah, asik dong!! kamu mau kemana emangnnya" Jawab gina dengan antusiasnya
"Gatau sih, pengennya ketempat yang hijau dan memiliki suasana tenang, kenapa? Kamu mau ikut aku ya? Tanya dito sambil memasati wajah perempuan yang cantik dan manis itu.
"Mau dong, aku juga pengen tenangin fikiran akunih, siapa tau kalo jalan sama kamu jd ga pusing lagi deh hehe" kembali gina mengeluarkan senyuman maut yang dia punya.
"Gina, please!! jangan buat iman aku goyah ya" minta dito
"Loh, emangnya aku salah ya dito? akukan cuma bilang" jawab gina bingung
"Enggak gitu gin, tapi yah okelah kita bakalan jalan hari ni dan yang pasti blm ada tujuan, sekitar jam 3 yah aku tunggu jadi ga terlalu sore dan ga terlalu siang" Jawab dito panjang lebar
"Oke ditooo" gina langsung pulang dan mulai membereskan pekerjaan nya yang sempat ditinggalkan nya karena terlalu asik memngobrol bersama dito
Jam 3 TENG !!!
"GINA!!!!!!" dito memanggil gina dengan keras didepan rumah gina
"Iya dit, tunggu sebentar ya sedikit lagi nih!! Tiba-Tiba
Keluar seorang putri nan cantik bak bidadari muncul dari dalam rumah, memakai setelan dress yang sangat pantas dan sesuai dengan postur tubuh nya, dengan rambut yang tergerai panjang dan hanya diberi sebuah pita ping yang sedikit mengiasi rambut nya itu, Membuat gina tampak lebih anggun dari biasa nya
Kembali dito menatap gina dengan tatapan kagum karena terpesona dengan apa yg sedang dia lihat sekarang.
"Hai dit, kita jadi pergi kan?" sambil gina melambaikan tangan nya didepan wajah dito yang sedang terpelongo karena melihat keindahan gina.
"Ha? oh iya jadi gin hehe maaf ya, oke naik kita lets go!" Seru dito.
Sesampai ditempat yang mereka maksud "yang tenang dan hijau" mereka berhenti untuk bersantai dan duduk bersama dan ditemani dengan 2botol minuman.
Mereka hanya terdiam sejenak memandangi pemandangan yg mereka lihat sekarang,
"Dit, gin" mereka tersenyum ber2 karena saling memanggil dan tidak tahu siapa yang harus ngomong duluan
"Kamu duluan deh dit, kayaknya penting" suruh gina
"Haha oke deh, gin? kita baru pertama kali jalan berdua selama 17Tahun kita bertetangga, dan itu juga karena kita sekelas dan se SMA? Lucu ya haha" kata dito
"Em bener juga sih, aneh ya tetangga an tapi saling ga kenal dan gak tau malahan"
"Udah lupain, kamu tadi mau bilang apa" sambung dito
"Ga sih, aku tadi cuma mau bilang makasih karena kamu udah ngajak aku ketempat yg kayak ginian, hihi aku suka pakek banget malahan" Seperti biasa gina mengeluarkan senyuman maut yang gina punya.
"Iya gin gapapa santai aja, kan jarang-jarang juga kita gini?" jawab dito dengan tenang.
****
Setelah dito dan gina saling mengenal mereka menjadi semakin dekat dan sangat akrab, sampai dito jarang untuk menemui pacar yang SMA nya sama dengan nya.
Dengan kebersamaan yang semakin menjadi-jadi, dan ketika itu juga mereka diketahui oleh pacar dito yang bernama Risa, cewek cantik putih tinggi berambut panjang yg sama kayak gina, dan juga sangat terkenal di SMA Jagat Raya itu karena tingkah risa yang suka buat onar.
Waktu istirahat adalah waktu yg sangat dimanfaatkan bagi banyak siswa untuk melakukan banyak hal, contoh nya risa yang mendatangi kelas dito untuk bertemu dito dan melihat apakah dito baik-baik saja selama dia tidak mengabari risa.
Dan ketika itu juga risa melihat dito dan gina yang duduk mengobrol ber2
"Dito! kamu ngapain?". tanya risa yang kaget saat melihat dito duduk ber2 dengan gina
"ah, aku cuma ngobrol kok sama gina, gak ngapa-ngapain sih emang kenapa ris? kamu tumben banget kesini?". jawab dito
"Dito aku mau ngobrol 4 mata sama kamu sekarang, dan suruh cewek itu enyah dari sebelah kamu!"
"Kamu apa-apaan sih, yaudah gin kamu duduk tempat lain dulu aja ya?" dengan santai dito menyuruh gina untuk pindah tempat duduk
Setelah beberapa mereka berbicara panjang, gina juga tidak sengaja mendengar sedikit pembicaraan mereka yg membicarakan tetang dia, dan yg dia sempat denger itu kayak gini "Dito, kamu itu pacar aku dit dan kamu sekarang udah gak ada buat buat aku, dan juga sekarang kamu jarang perhatiin aku apalagi datengin kelas aku, kerjaan kamu juga cuma ber2 an dengan cewek aneh itu, ada apa sih dit? kamu udah bosen sama aku? atau kamu malah udah punya rasa sama cewek itu,kamu juga jarang ngubungin aku, aku mau kamu jujur!".
Mendengar pembicaraan itu gina langsung berfikir panjang dan keluar kelas, gina tidak bermaksud untuk merusak hubungan orang lain, dan gina juga tidak ingin untuk dicap sebagai perebut pacar orang.
****
Pulang sekolah gina langsung saja masuk kekamarnya untuk memikirkan semua masalah yang terjadi disekolah tadi, sekarang gina memutuskan untuk menjauhi dito agar hubungan mereka baik-baik aja tanpa gina yg menghalangi, walau berat untuk gina lakuin.
Karena gina mungkin sekarang udah punya rasa yg lebih kepada dito dan mungkin dito tidak mengetahui apa yang sedang dirasakan oleh gina, tapi itu tidak dipermasalahkan oleh gina, karena yg paling terpenting adalah gmembuat orang yg dicintai gina itu bahagia dengan orang yang tepat dan tidak merusaknya.
Cinta yang dimiliki gina mungkin gak terbalas oleh dito, karena harapan itu kosong dan gak pasti buat gina. status dito yang sudah memiliki seorang pacar adalah alasan terkuat bagi gina dan paling tepat untuk menjauhinya dan tidak mendekatinya lagi.
Hari demi hari berlalu tanpa dito yg menemani gina, karena keputusan gina itu.
Gak mudah buat gina untuk ngelepas semua yang udah dia lakuin bersama dito selama ini, terlalu indah, terlalu sulit juga untuk dikenang.
Karena pada saat gina mengingat semua yg dilakukan bersama dito, itu membuatnya sakit dan rasanya ingin menangis kencang. Sulit untuk mendeskripsikan perasaan yang gina rasakan saat ini, berbicara pada teman dekat saja rasanya tidak mampu.
Pada jam jam pelajaran sekarang gina menjadi tidak fokus, dan itu selalu diperhatikan oleh dito. Dito memberanikan diri untuk menanyakan apakah yang sebenarnya terjadi pada gina saat ini, biasanya gina selalu menceritakan semuannya pada dito untuk menyelesaikan semuanya bersama. dan kali ini gina hanya diam saja tanpa reaksi pada saat dito meanyakan apa yang terjadi padanya.
"Gina kamu kenapa gin? kok kamu akhir-akhir ini kayak ga semangat ya? tanya dito dengan bingung
"Ga kok, dit aku gapapa dit?" jawab gina dengan nada yang gemetar
"Kamu ga biasannya gini gina, kamu itu biasanya menceritakan semuanya sama aku, tappi skrng kamu beda, kamu jadi pendiam dan kamu sekarang cuekin aku, kamu kenapa?" dito
"Dito? aku mau tanya deh, apa aku ngerusak hubungan kamu sama risa? itu pertanyaan yang selalu aku tanyain sama diri aku sendiri, sampe sekarang aku gatau jawaban nya karena aku gak tau dan gak ngerti ini?". Tanya gina dengan penasaran
"Loh kok kamu bisa bilang gitu gin? emang kamu tau dari mana? Kamu gak ngerusak hubungan aku sama risak kok, dasar risa aja yang mandang nya berebihan, kamu itu sahabat baik aku sekarang dan gak mungkin kamu menjadi penghalang hubungan aku bersama risa!" Jelas dito
Sahabat? Bearti benar yang difikiran gina selama ini, bahwa dito gak pernah cinta sama gina, walaupun harapan itu hancur tetapi gina tetap saja menyayangi dan tentunya mencintai dito,
Setelah terdiam sejenak gina langsung melanjutkan permbicaraan yang tadi terputus sementara.
"Maaf dito, mungkin aku lancang udah denger pembicaraan kamu bersama risa"
"Gak kok gin kamu emang berhak tau tentang kondisi hubungan aku yang sekarang, aku emang udah ga cocok bersama risa karena dia bukan orang yang tepat dan bukan orang yang pantas dengan aku, Karena itu kami udah memutuskan hubungan sejak pembicaraan kemarin". Jelas dito menatap gina dengan pandangan yang serius
Gina merasakan beban yang telah berkurang sejak pembicaraan itu terjadi, gina lega dengan penjelasan yang telah dijelas kan oleh dito.
Dan yang paling penting adalah rasa sakit yang selama ini gina rasain udah berkurang, dan membuat semuanya kembali normal.
****
"Pagi anak-anak, pagi senin yang cerah dan indah ini, kita kedatangan seorang murid baru, baiklah Karin silakan masuk dan perkenalkan diri kamu pada mereka" Bu janet
"Selamat pagi teman, kenalkan nama saya Karin oktaviani panggil saja saya Vini ya!" Vini menjelaskan dengan senyum manis yang dia punya
"Baik lah vini sekarang kamu boleh duduk,"
Dan kebetulan bangku yang kosong hanya ada di sebelah gina, pada saat vini duduk sebelah gina mereka akrab begitu cepat.
Mereka menjadi teman dekat dan ditambah dengan dito menjadi pelengkap mereka.
Berbulan bulan berlalu dengan adanya vini disamping gina, dito pun juga tak kalah dekat nya dengan vini.
Melihat ini gina menjadi tidak enak, dan gina memilih untuk keluar kelas dan mencari minuman dan ditemani oleh teman yang lain yang bernama Tita, dan yang terjadi adalah gina kembali lagi merasakan hal aneh itu lagi.
Mengapa pada saat semuanya terlihat baik, pasti ada saja yang kurang baik menuntuti hal baik ini.
Selama perjalanan memebeli minuman, dan sepanjang perjalanan itu juga gina memikirkan hal yang aneh ini, mengapa dito tidak merasakan hal yang sama dengan gina, tidak peka kah dito dengan semua yang mereka lakukan bersama gina, ini yg gina selalu pertanyakan Gina
Gina tidak fokus sampai-sampai dia tidak mengetahui ada seorang laki-laki didepannya, yang juga sama-sama tidak melihat.
"Bruuuukkkkk"
"aww.. Kamu ga liat aku lagi jalan disini apa? jalan itu matanya juga digunain buat ngeliat dong, biar ga nabrak gini!!" Marah gina sambil matanya meolot, dan pada saat itu juga dia memandangi cowok didepan nya yg wajahnya dipenuhi aura ketenangan
Waw tenang banget liat nyaaaa... 'Lamunan gina saat menatap wajah laki-laki itu yang ternyata bernama Tara"
"Lain kali kamu juga hati-hati ya, kalo jalan ya jangan sambil ngelamun" ucap tara dengan santai
"Hehe maaf ya" gina merendah dan mengeluarkan senyuman maut yang mampu membius siapa saja yang menatapnya
"Iya gapapa kok, oiya aku Tara"
"Aku gina"
"Iya aku tau" jelas tara
Gina bergegas pergi dan hanya memberikan sedikit senyuman kepada tara, gina hanya memikirkan kejadian itu dijalan menuju kelas dan pada saat sampai dikelas, gina melihat dito yang sedang bercanda dengan mesrah bersama vini, anak baru yang cantik dan juga jelas teman baru dito dan gina saat ini, hati Gina kembali tidak karuan lagi pada saat melihat itu.
Memendam semua ini membuat gina selalu tidak tenang, gina menginginkan untuk berbicara ber2 saja bersama dito, tetapi pada saat ingin berbicara ber2 pasti vini mengikuti mereka, kapan gina akan mendapatkan kesempatan berbicara jika selalu ada vini disamping dito.
Sempat gina akan mendekati tara orang yang ditabrak nya waktu berjalan dikantin beberapa waktu lalu. tapi itu adalah hal bodoh, Membuat orang cemburu pada yang tidak mencintai kita? Buang buang waktu.
****
Dikamar gina yang tenang membuat semuanya yang gina rasakan makin menjadi-jadi ditambah dengan gina juga mendengarkan lagu A Thousand Years by Christina Perry, gina sampai meneteskan air matanya, tidak berifikir gina apakah air mata itu telah terbuang untuk orang yang tepat atau pada orang yang salah, sambil lagu pun terputar gina mengikuti dan turut menyanyikan lagu itu juga
Heart beats fastColors and promisesHow to be braveHow can I love when I'm afraid to fallBut watching you stand aloneAll of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer
I have died everyday waiting for youDarling don't be afraid I have loved youFor a thousand yearsI'll love you for a thousand more
Time stands stillBeauty in all she isI will be braveI will not let anything take awayWhat's standing in front of meEvery breathEvery hour has come to this
One step closer
Lagu ini membuat gina untuk semakin berani mengatakan apa sebenarnya yang terjadi pada gina selama ini. Gina mengirim pesan pada dito untuk bertemu ditempat yang mereka kunjungi ber2 pada saat itu. "Dito? kamu lagi dimana? Bisa temeni aku ketempat yang kita ber2 pergi itu gak?" Tanya gina dipesan yang gina kirim pada dito "Aku lagi dirumah, oke mau kapan gin?" jawab dito"Sekarang dit bisa? aku minta kita ber dua aja kali ini, ada yang mau aku bilangin sama kamu!" ujar gina
Sesampainya ditempat yang mereka tuju, mereka langsung duduk di rumput-rumput hijau yang indah itu."Oiya gin, kamu bilang tadi ada yang mau kamu omongin sama aku, emang apa ya gin? Tanya dito kepada gina dengan nada penasaran "Ha? oiya bener aku sampe lupa ya"
Disela-sela pembicaraan mereka ternyata ada yang lagi mendengarkan dari tempat lain, dan ternyata orang itu adalah tara yang juga sedang menikmati indahnya tepat itu.
"Dito, aduh apa ya, em aku bingung ini mau ngomong apa,......""Apa gin?"Yaudah dito kayak nya ga jadi deh aku bilang aku juga lupa"
Gina terlalu takut untuk mengatakan semua yang terjadi pada gina selama ini, ketika ada kesempatan seperti ini malah tidak berani, gina berharap dito telah mengerti apa yang terjadi pada gina sebenernya, tetapi kenyataan yang sebenarnya dito sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dirasakan oleh gina saat ini. "Eh aku mau cerita sesuatu deh gin?"Oh iya? emang apaan ya dit? mau dong dengerin? cepetan" jawab gina dengan antusiasnya"Kayak nya aku nyantol sama satu bidadari deh gin, hehe gimana yaa?"Sontak gina terdiam dengan pandangan yang kosong, seperti tidak ada harapan lagi untuknya dan dito untuk saat ini dan seterusnya.
"Yang bener? emang siapa sih bidadari itu yang kamu maksud?" yang pasti bukan aku "Jawab gina dalam hatinya""Ada kok, kamu pasti tau yang aku maksud, dan kamu juga sangat kenal dengan orangnya" Jawab dito dengan wajah yang tersenyum "Oh pasti vini ya? itu yang aku kenal soalnya""Iyain aja dulu buat saat ini" jawab dito dengan santai
Gina bertanya-tanya apa maksud dari jawaban dito saat itu, sejak selesai pembicaraan itu mereka hanya terdiam.Gina sibuk memikirkan apa maksud dari jawaban dito, dan dito sibuk menikmati keindahan yang disediakan oleh tempat itu.